Pendahuluan

Penerapan prinsip-prinsip dalam tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) adalah faktor yang penting dalam mewujudkan kelanjutan usaha. Kejelasan mengenai fungsi dan tanggung jawab organisasi perusahaan dengan sendirinya membimbing Perseroan untuk menciptakan perusahaan yang lebih sehat dan lebih transparan. Dengan spek-aspek utama dalam penerapan GCG di perusahaan yaitu transparansi, profesionalisme, kewajaran, kemandirian dan tanggung jawab, kami telah mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan pelaksanaan tata kelola perusahaan kami.

  1. Perseroan menerapkan profesionalisme dan kewajaran dalam proses pengambilan keputusan dalam rangka memberikan kesempatan yang sama bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan.
  2. Perseroan juga berkomitmen untuk bertindak se-transparan mungkin dalam upaya memberikan akses-akses yang sama terhadap informasi perusahaan, termasuk informasi yang bersifat material, kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Secara berkala, Perseroan juga menerbitkan laporan kuartalan serta laporan tahunan bagi para pelaku pasar, pemegang saham dan pemangku kepentingan, melalui pemberitaan di media massa, keterbukaan informasi kepada regulator pasar modal, paparan publik atau Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.
  3. Aspek kemandirian dilaksanakan dalam membentuk struktur Dewan Komisaris dan Direksi, di mana Perseroan menempatkan Komisaris Independen yang tidak memiliki hubungan dengan pejabat senior di perusahaan yang mungkin dapat mempengaruhi kemampuan direksi untuk mengambil keputusan independen, atau mempengaruhi objektivitas dan loyalitas Dewan komisaris terhadap pemegang saham. Karenanya, Perseroan berharap dapat menghindari benturan kepentingan di antara anggota dewan.
  4. Aspek tanggung jawab Perseroan diwujudkan dalam hal bagaimana Perseroan menjunjung tinggi komitmen moralnya dalam memberikan nilai tambah terhadap investasi para pemegang saham, serta pada saat yang sama tetap menghormati keharmonisan hidup yang terbangun dengan lingkungan sekitar.

 STRUKTUR GCG

Penerapan GCG di lingkungan organisasi didukung oleh beberapa elemen, yaitu:

  • Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

RUPS adalah forum tertinggi dalam organisasi Perseroan, di mana Perseroan mengambil keputusan strategis dan menentukan atau mendelegasikan wewenang. Perseroan senantiasa memiliki forum yang sangat aktif dengan para pemegang saham dan mereka memiliki hak untuk memberikan persetujuan terhadap sejumlah rencana aksi korporasi, perubahan dalam keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi, penggunaan laba bersih, dan lainnya.

RUPS Perseroan Tahun 2013 diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 2013 di mana telah diambil beberapa keputusan terkait rencana aksi korporasi dan perubahan internal organisasi, yaitu dengan ditunjuknya Gunawan Angkawibawa sebagai Komisaris dan Winarti Soemirat Gondokarjono sebagai  anggota baru Direksi.

  • Dewan Komisaris

Per tanggal 3 Juli 2013, Dewan Komisaris PT Bukit Uluwatu Villa Tbk terdiri dari 4 orang anggota, yaitu:

Komisaris Utama : Okie Rehardi Lukita

Komisaris : John Daniel Rasjad

Komisaris : Gunawan Angkawibawa

Komisaris Independen : Susilo Sudjono

Lingkup tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:

  1. Memantau dengan ketat pengelolaan perusahaan oleh Direksi
  2. Mengawasi penerapan visi dan misi perusahaan sesuai mandat pemegang saham
  3. Memberikanmasukan yang penting kepada Direksi kapanpun dibutuhkan dalam rangka menciptakan keseimbangan antara fungsi perencanaan dan pengawasan
  4. Memantau penerapan GCG baik dalam hal keuangan maupun perawatan aset

Fungsi pengawasan dilaksanakan sejalan dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik dan tuntunan dari para pemegang saham. Mekanisme pengawasan dilakukan dengan mengkaji laporan performa perusahaan yang disampaikan oleh Direksi secara berkala dalam rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi. Sementara dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit.

  • Dewan Direksi

Per tanggal 3 Juli 2013, Dewan Direksi PT Bukit Uluwatu Villa Tbk terdiri dari 4 orang anggota, yaitu:

Direktur Utama : Franky Tjahyadikarta

Direktur : Hendry Utomo

Direktur : Winarti Soemirat Gondokarjono

Direktur : I Nyoman Tri Surya Negara Lingga

Lingkup tugas dan tanggung jawab Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian seluruh operasional bisnis serta merancang perencanaan strategis dan non-strategis
  2. Melaksanakan agenda yang telah disepakati dan memastikan peningkatan efisiensi dan efektivitas sehingga dapat melancarkan proses evaluasi terhadap kinerja Perseroan
  3. Memastikan penerapan prinsip-prinsip GCG oleh tiap elemen dalam Perseroan dengan memperhatikan prinsip utama: transparansi, tanggung jawab, kewajaran, profesionalisme, dan kemandirian, serta membentuk sebuah perusahaan yang akuntabel.
  • Rapat Dewan Komisaris dan Direksi

Dewan Komisaris melaksanakan rapat gabungan dengan Komite Audit sebanyak ___ kali selama tahun 2013. Semua Dewan Komisaris selalu menghadiri rapat-rapat gabungan tersebut yang diadakan selama tahun 2013 tersebut. Adapun penjelasan mengenai rapat gabungan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi

Remunerasi ditetapkan berdasarkan penilaian berbasis kinerja. Dewan Komisaris berwenang untuk memformulasikan paket remunerasi yang akan dibayarkan untuk Dewan Komisaris dan Direksi.

  • Komite Audit

Di bawah koordinasi Komisaris Independen, Komite Audit Perseroan pada tahun 2013 terdiri dari 3 (tiga) orang anggota, yaitu:

Ketua : Susilo Sudjono

Anggota : Hoedrato Lukiman & Nancy Darwin

 

Komite Audit PT Bukit Uluwatu Villa Tbk bekerja sama dengan Dewan Komisaris, untuk membantu dalam melaksanakan fungsi pengawasan terhadap penerapan GCG di lingkungan perusahaan. Komite tersebut juga melaksanakan tugas dan tanggung jawab lainnya, yaitu:

  1. Menganalisa laporan kegiatan dan laporan keuangan yang disampaikan Direksi atau unit-unit di dalam Perseroan
  2. Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan komisaris mengenai berbagai isu yang membutuhkan perhatian lebih
  3. Bekerja sama erat dengan Auditor Independen untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi

 

  • Sekretaris Perusahaan

Sekretaris Perusahaan Perseroan bertanggung jawab terhadap kegiatan pengumpulan beragam informasi yang material untuk para pemegang saham dengan tepat waktu dan akurat. Bekerja sama dengan Unit Hukum dan Kepatuhan Perusahaan, Sekretaris Perusahaan harus mengetahui berbagai perubahan dalam peraturan perundangan yang diterapkan di pasar modal Indonesia agar memastikan kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan yang berlaku.

Berdasarkan peraturan pasar modal Indonesia, Sekretaris Perusahaan menjalankan fungsi:

  1. Mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal
  2. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi Perusahaan
  3. Memberikan masukan kepada Direksi Perseroan untuk mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku
  4. Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan otoritas yang berwenang dan masyarakat

Sekretaris Perusahaan diharapkan mendukung realisasi visi, misi dan strategi perusahaan. Sekretaris Perusahaan harus dapat menjalin dan mengembangkan hubungan yang baik dengan lembaga dan komunitas media dalam rangka membangun citra perusahaan yang baik. Sekretaris Perusahaan bekerja sama erat dengan hubungan masyarakat, terutama dalam membangun hubungan yang baik dengan komunitas non-pasar dan menjalankan fungsi tanggung jawab sosial.

Sejak tanggal 30 Agustus 2013, Perseroan menunjuk Hendry Utomo untuk menjalankan fungsi Sekretaris Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. Nomor 003/SK-DIR/HR/VIII/2013 tentang Perubahan Sekretaris Perusahaan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk.

  • Sistem Pengendalian Internal & Audit

Sepanjang tahun 2013, departemen audit internal telah melakukan evaluasi terhadap sistem pembukuan perusahaan. Pelaksanaan pengawasan internal dilakukan dengan cara mengadakan kunjungan rutin ke bisnis-bisnis unit.

  • Transparansi Informasi

Perseroan menyadari pentingnya keterbukaan informasi sebagai tanggung jawab kami menjadi sebuah perusahaan terbuka. Seluruh keterbukaan informasi kepada Pasar Modal serta otoritas yang bersangkutan disampaikan dengan tepat waktu. Untuk memastikan agar seluruh pemegang saham dapat terus mengikuti kesehatan perusahaan kami, seluruh informasi yang terkait hotel kami dan proyek-proyek lainnya dapat diakses melalui website perusahaan (http://bukituluwatuvilla.com) yang juga menyajikan arsip laporan kuartalan dan laporan tahunan, serta informasi mengenai aksi korporasi. Mereka juga dapat mengirimkan email ke info@bukituluwatu.com untuk memperoleh informasi yang diinginkan.